Tuesday, 15 October 2013

Roda Dunia

Hidup ini,
Memang perit,
Seperti permainan roda impian yang pernah ku tonton waktu kecil dulu,
Berpusing-pusing bagai menari,
Sedang yang lain bersorak memerhati.
Jika laju roda itu diputar,
maka lajulah ia bergetar,
Andai perlahan tolakannya,
Maka perlahan la gerak tarinya.
Seumpama juga roda impian,
Jika berhenti pada wang sejuta,
Maka bersoraklah penuh keriangan,
Seakan dunia ini kita yang punya,
Huh pada yang tidak kena masam mencuka.
Jangan kau fikir engkau sudah selesa,
Karena dipusingan seterusnya roda masih diputar,
Bila tiba giliran engkau,
Entah kemana destinasi roda itu berhenti,
apa mungkin pada "emas berguni" atau "muflis" yang menanti.
Apa engkau tidak belajar kisah pak kadok?
Sungguh hebat berpakaian baru,
Mahu mencabar ayam jantan sang raja,
Sehingga lupa perjanjian yang dulu, akhirnya menang sorak, kampung tergadai.
Usahlah kau tangis nasib diri,
Karena engkau juga yang meninggi diri,
Sungguh angkuh kau kesana kemari,
Mencanang perihal kehebatan diri sendiri.
Apa bisa kau ulang kembali,
Kata-kata janji yang kau lempar dahulu,
Karena aku masih tak bisa mengerti,
Apakah benar katamu yang dulu.
Apa kau lupa kesusahan mu dahulu?
Perlahan-lahan kau kayuh hingga jauh perjalananmu,
Apakah kau fikir kau sudah maju?
Jangan kau lupa kayuhan mu juga bisa lemah,
Mungkin bisa tertewas dek kerana lelah,
Usai senja menjelang tiba,
Aku hanya mengharap kau bisa cari jalan pulang.
****nukilanku***yen****

No comments:

Post a Comment

Thank you for your feedback