Friday, 22 August 2014

Ownself review

I have a journalist friend who is attached to the well known press company. Well, after quite sometimes we managed to get together for a short coffee time. So i asked her to make a review about me. And then here she go with some journalist style, reviewed me.. haha..funny but well... shocking to discover...
Here are some list she put...

1) a lawyer during the day, a bookwork at night

2) cheerful outside but fierce inside

3) an idealess poeter, not a good painter, bad at drawing which she cant even draw skeleton... worst.

4) dream high and work with certainty

5) still young but prefer classical music

6) she hates gathering because she dont like to know what others doing lately and she hates to make an update about herself

7) okey here's the fun part, she keeps complaining about youngsters' choice of music. Seriously???

*ok..enuf with the review. Am i really like this?

Alpa

Hari ini, untuk sekelian lama, ku jejak kan juga kaki di kota ini.

3 bulan ku tinggalkan negeri ini, kota ini, bandar ini. Ternyata suasana agak berbeza sekali. Pernah dulu aku begitu taksub dengan kesibukan kota ini. Keseronokkannya, kealpaannya, keangkuhannya. Hingga aku tersasar jauh dek kerana ketamakan warganya. Aku lupa tujuan asalku. Aku lupa asal usulku. Aku lupa akar melayuku. Begitu hanyut dengan dunia, aku lupa erti kehidupan ku... Sungguh dulu aku alpa, kerana terlalu taksub dengan cita-cita ku. Semua ingin ku kejar, sampai terkadang solatku seakan terlalu mengejar waktu. Doaku, ikhlasku, hilang menjauh.....

Hari ini aku pijak bumi ini lagi, dek kerana tugasan menggunung. Aku jejak setiap lorong yang pernah kutempuh. Sungguh, aku bersyukur kerana aku masih selamat. walau dulu pernah dilanda badai yang mengganas. 

Thursday, 21 August 2014

MALAM INI


malam ini hatiku sepi,
resah gelisah menanti siang,

malam ini hatiku gundah,
bergetar sunyi melawan kelam,

malam ini aku disini,
mengintai rembulan yang bersembunyi dibalik awan hitam,
menghembus sendu membelah sayu,
memohon sedikit sinar menyuluh gelap.

malam ini hatiku sepi,
jemariku laju menaip warkah untuk tetamu,
kerna esok akan ku hujahkan apa yang terbuku,
berharapkan keadilan untuk dia yang membisu,

jangan ditanya apa kurasa,
saat hati ini keras mengatakan benar,
namun mulutku terkunci tak bisa meng iya kan,
kerna aku hanya menurut perintah,
terlalu takut untuk bersuara,

malam ini aku termenung sayu,
apakah bisa mereka dengar rayuan hatiku?
apakah ada simpati pada rintihanku?
apakah lebih baik aku berdiam diri?
ataukah melaung benci itu lebih mulia?

sudah penat mata ini berpura buta,
sudah lali telinga ku tuli,

biarlah aku bicara, terpulang kepada engkau jika tidak ingin mendengat,
apa aku peduli kau rasa apa..